Review Shell Advance AX7: Jos !

DSC_1781Halo rek, maaf banget ya blog ini kian angker tak terurus disebabkan kesibukan saya yang belum kunjung usai 😀 Nah, mumpung Raya ada kesempatan dan passion buat ngeblog lagi nih, jadi saya kembali menyapa sampeyan semua pembaca blog sepi sunyi ini dengan artikel review oli yang sudah beberapa bulan Raya jejalkan pada mesin si kebo lansiran 2011, yaitu Shell Advance AX7 1L. Semoga bisa menjadi referensi bagi kawan-kawan ketika hendak mengganti oli mesin tunggangan. Tidak hanya untuk Byson lho ya. Namun pengetesan memang dilakukan pada motor Yamaha Byson. Well, berikut sekelumit impresi yang saya rasakan ketika menggunakan oli bergambar kerang pada Byson tunggangan harian saya, check this out !

Introduction

DSC_1782Shell Advance AX7, oli produk Royal Dutch Shell ini ada yang dijual dalam kemasan 1 liter dan 0,8 liter. Yang saya pakai adalah yang 1 liter, cukup ditebus dengan mahar Rp 48.000 saja di salah satu bengkel motor di Krian, Sidoarjo. Murah toh ? Lumayan bagi kantong pelajar/mahasiswa semacam Raya :mrgreen: Tapi saya pernah mendapat kabar dari pembaca kalau di daerah lain harganya Rp 58.000. Spesifikasinya sesuai dengan yang disarankan pabrikan untuk Byson dan Vixion (sementara itu yang saya tahu) yaitu 10W-40, semi sintetis, API Service SL, JASO MA dan ada fitur khusus yang dimiliki oli ini yakni “RCE Technology” ? Ada yang tahu teknologi apa ini ?

Starting Point
DSC_1780Penggantian oli dimulai dari km 46011 pada odometer. Dibarengi dengan light service seperti di bengkel resmi dealer biasanya yang meliputi pembersihan busi, filter udara, karburator, dsb. Setelah mesin memuntahkan seluruh olinya yang sudah usang alias sudah berwarna hitam agak kental, sang mekanik menuangkan oli baru yakni Shell Advance AX7 1L pada mesin Byson lansiran 2011. Tentunya sebelum dituang oli baru, baut bak oli mesin bawah harus sudah tertutup ya, kalau tidak pasti oli akan keluar lagi 😀 dan lagi :mrgreen:

0-1000 km

Sejak awal penggantian oli, rasanya sama aja seperti sehabis ganti oli baru pada umumnya. Tarikan enteng tetapi terasa lebih enak (IMHO), performa mesin tetap enak tidak cepat drop meski digeber cukup lama, kalau panas mesin relatif ya tergantung kondisi jalan, jika sering lewat jalan macet dalam tempo waktu lama ya pasti mesin bakal terasa puanas :mrgreen: Oli ini sanggup melumasi dan meminimalkan/meredam bunyi klep yang mungkin sudah renggang dan keteng/kamrat mesin yang mungkin minta diganti, belakangan ini mulai cukup keras suaranya, bunyi klek klek klek gitu, terutama jika mesin masih dingin. Gear shifting juga halus meski terkadang jadi “blethak” alias atos ketika setiap pagi dan sore bermacet ria di jalan menuju dan dari kampus. Intinya, pada tahap 1000 km awal penggunaan oli ini, feeling saya mantap namun oper gigi jadi terasa keras jika mesin sudah panas saat macet lalu lintas. Namun sampai seberapa jauh (km) performa oli ini tetap terjaga ? Mari kita kupas biar tuntas.

1000-menjelang 2000 km

11855521_1010137762351882_746389197_nSetelah merasakan sensasi kinerja oli dalam kemacetan perjalanan setiap hari, Raya masih belum puas. Pengujian performa oli kemudian dilakukan dengan touring ke pulau Madura tepatnya ke Bangkalan naar Kamal dengan bro Anas dan bro Nofgi. Perjalanan dari rumah hingga tempat tujuan akhir menemui beragam rintangan mulai dari macet traffic light, stop n go, engine on-off karena tanya-tanya orang tentang lokasi suatu tempat, wara-wiri ketika tersesat hingga geber-geberan dengan batas kecepatan 80km/h dibawah panasnya terik matahari (don’t try this !). Shell Advance AX7 sanggup menunjukkan performa terbaiknya meski dipakai seperti itu dan setiap harinya Raya menempuh perjalanan 60km dengan kondisi rintangan yang kurang lebih sama dengan ketika touring ke Bangkalan, bedanya setiap hari gak pernah tersesat :mrgreen:

Raya merasa kemampuan oli tersebut mampu bertahan “nikmatnya” hingga pada kisaran km 1700-an IMHO. Selebihnya oli sudah mengalami sedikit penurunan performa ketika mesin menyala saat masih dingin bunyi klek-klek mesin jadi terdengar cukup keras lagi. Ketika mesin sudah panas saat macet di jalan terasa cukup kasar, namun tarikan dan kopling tetap terasa mantap IMHO. Soal panas mesin, lagi-lagi relatif ya tergantung jalan dan kondisi yang dilewati.

2000-an km

DSC_1846Berhubung Raya sibuk kuliah, nugas, dan kegiatan organisasi. Akhirnya baru sempat ganti oli ketika sudah menempuh 2064 km, tepatnya km 48075. Servis lagi dan ganti oli seperti biasanya, Yamalube Sport. Kesimpulannya oli ini “kenikmatannya” bisa bertahan cukup lama hingga kisaran 1700-an km dengan penggunaan setiap hari menempuh jarak 60-an km. Dan oli ini tergolong bersahabat di kantong, cukup 48rb saja, tetapi ada yang bilang kalau harganya 58rb.

Last but not least, artikel subyektif ini bisa jadi referensi pemilihan oli buat motor sobat namun bisa saja segala impresi yang saya utarakan berbeda dengan yang dirasakan biker lain karena faktor rider, riding style, kondisi tunggangan, dan lingkungan. Oh ya Raya bukan antek-antek salah satu merek produk ya, jadi saya tidak sungkan untuk menyebut merek 😀 wes wes buyar :mrgreen:

11868808_1010137589018566_867812909_n
Salam dari Bukit Jaddih, Bangkalan, Madura

 

 

 

 

 

 

 

Semoga bermanfaat.

Selamat menikmati malam Senin, besok Senin :mrgreen:

Iklan

Penulis: keboplastik

Meski bukan ahli di bidang otomotif but automotive is my passion and hobby

3 tanggapan untuk “Review Shell Advance AX7: Jos !”

Mari berdiskusi yang enak!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s